Ikhtisar
Cartrack Fleet API membantu Anda menghubungkan sistem Anda dengan data dan operasi armada, sehingga Anda dapat memantau kendaraan, mengotomatisasi workflow, dan membangun solusi terkait armada.
Halaman ini adalah titik awal yang direkomendasikan sebelum masuk ke detail setiap endpoint.
Apa yang dapat dilakukan dengan Fleet API
Contoh penggunaan Fleet API mencakup, namun tidak terbatas pada:
- Melihat data kendaraan, perjalanan, dan event untuk meningkatkan visibilitas operasional.
- Mengintegrasikan workflow driver, fuel, route, dan delivery ke platform Anda.
- Menjalankan aksi bisnis berdasarkan telemetry dan pembaruan status.
- Membangun dashboard internal, alert, dan otomatisasi proses.
Alur integrasi yang direkomendasikan
Ikuti halaman berikut secara berurutan agar implementasi lebih cepat dan jelas:
- Tentukan tujuan integrasi Anda di Use Cases.
- Siapkan akses akun dan peran pengguna di Prerequisites.
- Dapatkan endpoint API sesuai region di Base URLs.
- Buat dan uji credentials di Authentication.
- Jalankan request pertama Anda dengan Quick Start.
- Siapkan untuk production dengan Rate Limiting dan Webhook Notifications.
- Implementasikan alur bisnis spesifik di Guides dan API References.
Cara kolaborasi tim bisnis dan tim teknis
- Sepakati dulu workflow prioritas (misalnya: tracking, delivery, driver assignment, atau fuel monitoring).
- Tentukan ownership data dan perilaku pembaruan yang diharapkan (pull API vs webhook events).
- Validasi akses API, peran pengguna, dan environment sebelum pengembangan dimulai.
- Mulai dengan scope armada kecil untuk pilot, lalu scale setelah monitoring dan error handling tervalidasi.
Langkah berikutnya
Mulai dari Prerequisites untuk memastikan akses, peran, dan kesiapan akun.