Lewati ke konten utama

Layanan Pembuatan Delivery Job

Halaman ini menjelaskan cara membuat delivery job menggunakan Fleet API dan cara mengonfirmasi apakah job yang dikirim benar-benar berhasil dibuat.

Akronim dan Istilah

  • API: Application Programming Interface.
  • ERP: Enterprise Resource Planning.
  • HTTP: Hypertext Transfer Protocol.

Endpoint Mana yang Sebaiknya Digunakan?

Gunakan pemetaan berikut berdasarkan volume pembuatan job dan kebutuhan konfirmasi:

1) Bulk Upload Delivery Jobs

Apa Artinya

Mengirim banyak job dalam satu request, cocok saat Anda perlu mendorong volume pengiriman besar dari sistem ERP atau dispatch.

Konfirmasi dan Notifikasi

Layanan bulk upload mendukung field webhooks_url. Setelah proses selesai, Cartrack akan mengirim callback webhook agar sistem Anda dapat mengonfirmasi hasil upload dan merekonsiliasi job yang berhasil dibuat. Untuk panduan konfigurasi webhook, verifikasi signature, dan keamanan, lihat Webhooks.

Tujuan

  • Opsi terbaik untuk impor pengiriman terjadwal atau volume besar.
  • Memberikan alur konfirmasi yang andal bagi tim operasional, tanpa asumsi bahwa semua job pasti berhasil dibuat.
  • Membantu mengidentifikasi skenario pembuatan parsial dengan cepat.

Pertimbangan untuk Developer

  • Perlakukan request ini sebagai alur asinkron.
  • Gunakan callback webhook sebagai source of truth untuk status akhir pemrosesan.
  • Bandingkan job yang Anda kirim dengan hasil callback, lalu lakukan retry/escalation untuk job yang belum dibuat.

2) Create a Delivery Job

Apa Artinya

Membuat satu delivery job per request dengan feedback API secara langsung.

Konfirmasi dan Error

Jika job gagal dibuat, API akan mengembalikan HTTP status code selain 200 beserta pesan error yang sesuai.

Tujuan

  • Paling cocok untuk alur interaktif saat pengguna membuat job satu per satu.
  • Kegagalan langsung terlihat dan bisa ditampilkan ke tim support atau dispatch.

Pertimbangan untuk Developer

  • Validasi HTTP response status pada setiap request.
  • Perlakukan semua respons non-200 sebagai kegagalan pembuatan yang eksplisit.
  • Catat dan teruskan pesan error dari API agar tim operasional dapat menindaklanjuti lebih cepat.

Pola Integrasi yang Direkomendasikan

  1. Simpan referensi sisi klien untuk setiap job yang dikirim (dari ERP/dispatch).
  2. Gunakan bulk upload dengan webhooks_url untuk impor volume tinggi.
  3. Pantau hasil callback dan lakukan rekonsiliasi antara job yang diharapkan vs job yang dibuat.
  4. Perlakukan semua respons non-200 pada pembuatan job tunggal sebagai kegagalan.
  5. Lakukan retry atau escalation untuk job yang gagal sesuai workflow internal Anda.